Jakarta - Menikmati kembang api di malam takbiran merupakan tradisi populer bagi masyarakat Indonesia pada umumnya untuk merayakan datangnya Hari Raya Idul Fitri. Meskipun secara spiritual malam takbiran dianjurkan untuk diisi dengan zikir dan takbir di masjid, pesta kembang api sering menjadi daya tarik visual di berbagai titik keramaian kota.
Menikmati keindahan kembang api di malam Lebaran memiliki makna filosofi yang dalam, di antaranya:
- Kebahagiaan yang sementara: Kembang api yang meledak dan kemudian menghilang dapat diibaratkan sebagai kebahagiaan yang sementara. Ini mengingatkan kita bahwa kebahagiaan di dunia ini tidak abadi dan harus dinikmati saat ini juga.
- Perubahan dan transformasi: Kembang api yang berubah dari bentuk padat menjadi cahaya dan asap dapat diibaratkan sebagai perubahan dan transformasi yang terjadi dalam hidup kita. Ini mengingatkan kita bahwa perubahan adalah bagian dari hidup dan harus diterima dengan lapang dada.
- Keseimbangan antara keindahan dan kehancuran: Kembang api yang indah namun juga dapat menyebabkan kehancuran dapat diibaratkan sebagai keseimbangan antara keindahan dan kehancuran dalam hidup kita. Ini mengingatkan kita bahwa setiap keindahan memiliki sisi yang lain, dan kita harus selalu waspada dan berhati-hati.
- Menghargai momen: Kembang api yang hanya berlangsung beberapa detik dapat diibaratkan sebagai momen yang harus dihargai dan dinikmati. Ini mengingatkan kita bahwa hidup ini singkat dan kita harus menghargai setiap momen yang kita miliki.
Dengan demikian, menikmati keindahan kembang api di malam Lebaran dapat menjadi kesempatan untuk merefleksikan diri dan menghargai keindahan hidup.@Red.
Oleh: Prof. (HCUA) Dr. Mia Amiati, S.H., M.H., CMA., CSSL.

Salsa