Prof. Mia Amiati: Kembang Api di Malam Takbiran

    Prof. Mia Amiati: Kembang Api di Malam Takbiran

    Jakarta - Menikmati kembang api di malam takbiran merupakan tradisi populer bagi masyarakat Indonesia pada umumnya untuk merayakan datangnya Hari Raya Idul Fitri. Meskipun secara spiritual malam takbiran dianjurkan untuk diisi dengan zikir dan takbir di masjid, pesta kembang api sering menjadi daya tarik visual di berbagai titik keramaian kota.

    Menikmati keindahan kembang api di malam Lebaran memiliki makna filosofi yang dalam, di antaranya:

    1. Kebahagiaan yang sementara: Kembang api yang meledak dan kemudian menghilang dapat diibaratkan sebagai kebahagiaan yang sementara. Ini mengingatkan kita bahwa kebahagiaan di dunia ini tidak abadi dan harus dinikmati saat ini juga.
    2. Perubahan dan transformasi: Kembang api yang berubah dari bentuk padat menjadi cahaya dan asap dapat diibaratkan sebagai perubahan dan transformasi yang terjadi dalam hidup kita. Ini mengingatkan kita bahwa perubahan adalah bagian dari hidup dan harus diterima dengan lapang dada.
    3. Keseimbangan antara keindahan dan kehancuran: Kembang api yang indah namun juga dapat menyebabkan kehancuran dapat diibaratkan sebagai keseimbangan antara keindahan dan kehancuran dalam hidup kita. Ini mengingatkan kita bahwa setiap keindahan memiliki sisi yang lain, dan kita harus selalu waspada dan berhati-hati.
    4. Menghargai momen: Kembang api yang hanya berlangsung beberapa detik dapat diibaratkan sebagai momen yang harus dihargai dan dinikmati. Ini mengingatkan kita bahwa hidup ini singkat dan kita harus menghargai setiap momen yang kita miliki.

    Dengan demikian, menikmati keindahan kembang api di malam Lebaran dapat menjadi kesempatan untuk merefleksikan diri dan menghargai keindahan hidup.@Red.

    Oleh: Prof. (HCUA) Dr. Mia Amiati, S.H., M.H., CMA., CSSL.

    Salsa

    Salsa

    Artikel Sebelumnya

    Polres Pelabuhan Tanjungperak Intensifkan...

    Artikel Berikutnya

    Prof. Mia Amiati: Sholat Ied Bersama Keluarga

    Berita terkait

    Rekomendasi

    KemenTrans Dukung Penuntasan Kasus Korupsi Lahan Transmigrasi di Kutai Kartanegara
    Dandim 0811 Tuban Tinjau Awal Lokasi TMMD Ke-128 Tahun 2026 di Wilayah Kecamatan Semanding
    Rayakan Idul Fitri 1447 H, Perhutani Banyuwangi Barat Bagikan Makanan Bergizi Pada Masyarakat
    Silaturahmi Perhutani Bondowoso dan Pemkab Bondowoso Bahas Pengembangan Agroforestry dan Wisata
    Komnas HAM Desak Pemeriksaan KaBAIS Terkait Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

    Ikuti Kami