Perhutani Ajarkan Teknik Bajos pada Mahasiswa Politani Kupang

    Perhutani Ajarkan Teknik Bajos pada Mahasiswa Politani Kupang

    Banyuwangi Barat - Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat memberikan materi teknik perbanyakan vegetatif tanaman dengan system Bajos kepada Mahasiswa Magang Wajib Program Studi D-IV Pengelolaan Hutan Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang di Petak 59g RPH Sidomulyo, BKPH Kalisetail, pada Jum’at (05/12/2025). 

    Kepala Perhutani (Administratur) KPH Banyuwangi Barat melalui Kepala Urusan Teknik Kehutanan (Kaur TK) BKPH Kalisetail, Untung Haryanto mengatakan, Bajos adalah suatu teknik perbanyakan vegetatif tanaman dengan membuat luka pada jaringan floem cabang tanaman daerah meristematik (jaringan yang selalu tumbuh) dengan mengelupaskan kulit untuk membuat kalus yang pada nantinya diarahkan tumbuh menjadi akar tanaman.

    “Bajos hadir sebagai salah satu alternatif teknik perbanyakan tanaman, bagaimana membuat tanaman pinus dapat menghasilkan lebih banyak getah atau di jajaran Perhutani dikenal dengan istilah bocor getah, ” terang Untung.

    “Syarat penting untuk membuat bibit bajos adalah pohon induk adalah pohon pinus yang berusia muda, paling bagus umur tiga tahun. Pada umur ini bibit bajos yang dibuat persentase hidupnya tinggi, ” pungkasnya.

    Effendi selaku Mandor Persemaian BKPH Kalisetail juga menjelaskan setelah mendapatkan induk pohon pinus yang banyak getahnya (bocor getah) kemudian dilakukan uji coba pengembangan dengan mengkloning atau menggandakan.

    “Yaitu mengelupas kulit bagian luar, di bagian tanaman yang selalu tumbuh ruas-ruasnya dengan kuku tangan tidak menggunakan pisau, setelah tumbuh kalus, kemudian baru dipotong dan ditanam” ujar Effendi.

    “Keunggulan dari system perbanyakan vegetatif tanaman pinus ini adalah pasti didapatkan bibit yang sesuai dengan indukan yang bocor getah dan biaya angkut bibit lebih murah karena diambilkan pada posisi yang terdekat jadi tidak diambil dari persemaian yang jauh, ” ungkapnya.

    Noni Yusandra Nope, mahasiswa magang Politani Kupang mengucapkan terimakasih kepada Perhutani yang telah memberikan ilmu tentang teknik perbanyaak tanaman pinus dengan system Bajos, ini merupakan hal yang baru bagi pihaknya dan hanya dijumpai di Perhutani.

    “Dari teknik ini kami bisa paham kenapa Perhutani berhasil dalam kegiatan penanaman dalam kawasan hutan, salah satunya adalah Perhutani mempunyai teknologi yang baru dalam persemaian sehingga bisa mendapatkan bibit yang terbaik, ” ujar Noni.@Red. 

    Salsa

    Salsa

    Artikel Sebelumnya

    Perhutani Lawu Ds Gelar Closing Meeting...

    Artikel Berikutnya

    Kaper BKKBN Sulsel Pastikan Distribusi MBG...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Dr. Hendri: Tidak Ada Yang Salah dengan Pilkada Langsung, Mental Politisinya Saja yang Korup!
    Kodaeral X TNI AL Bentuk X Point UMKM Sebagai Wadah Strategis Pemberdayaan  Ekonomi Masyarakat
    Rayakan Harlah Serikat Karyawan, Perhutani Banyuwangi Barat Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Donor Darah
    Perhutani Padangan Gelar Sosialisasi Penerapan K3L pada Lokasi Tebangan
    Peringati Harlah Sekar ke-21, Perhutani Bagikan Ratusan Paket Makanan Bergizi pada Masyarakat

    Ikuti Kami