Banyuwangi Barat – Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat bersama dengan Cipayung Plus Banyuwangi lakukan pembinaan tentang lingkungan hidup kepada para Pecinta Alam (PA) Esemkasapala di Petak 37d RPH Suko BKPH Licin, pada Jum’at (16/01/2026).
Kepala Perhutani (Administratur) KPH Banyuwangi Barat melalui Kasubsi Hukum Kepatuhan, Eko Hadi menyampaikan bahwa pembinaan lingkungan hidup kepada Pecinta Alam milenial adalah upaya satu untuk menanamkan kesadaran, pengetahuan, sikap peduli, dan keterampilan praktis agar mereka menjadi agen perubahan yang aktif dalam menjaga kelestarian alam melalui kegiatan langsung seperti tanam pohon dan pengelolaan sampah, pembentukan karakter, serta partisipasi dalam gerakan hijau.
“Tujuan utamanya adalah membentuk karakter dan pola pikir peduli lingkungan para PA Esemkasapala dengan membekali pengetahuan dan keterampilan praktis untuk aksi nyata, menjadikan mereka sebagai motor penggerak perubahan positif menuju gaya hidup hijau yang berkelanjutan (green lifestyle), ” kata Eko
“Mengapa hal ini penting dilakukan, karena PA Esemkasapala adalah para milenial generasi penerus yang akan merasakan dampak perubahan iklim, sehingga pembinaan ini krusial untuk menciptakan masa depan yang lebih hijau dan lestari, dimulai dari kebiasaan sehari-hari yang konsisten, ” pungkasnya.
Kordinator Cipayung Plus Banyuwangi, Muhammad Haddad Alwi Nasyafiallah atau akrab dipanggil Nasya mengatakan salah satu tujuan dari Cipayung Plus adalah berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional mencerdaskan kehidupan bangsa, dan menyuarakan aspirasi pemuda serta solusi kebangsaan melalui kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan.
“Untuk itu kita bersama Perhutani melakukan pembinaan tentang lingkungan kepada adik adik PA Esemkasapala karena lingkungan hidup berperan vital sebagai penyedia sumber daya alam (udara, air, makanan, energi), habitat tempat tinggal dan beraktivitas, serta sistem pendukung kehidupan (life-support system) yang menjaga keseimbangan ekosistem, iklim, dan kesehatan manusia, ” ujar Nasya.
“Lingkungan juga memiliki fungsi sosial, budaya, estetika, dan rekreasi, serta menjadi sumber ilmu pengetahuan, yang semuanya krusial untuk kelangsungan hidup dan kesejahteraan makhluk hidup, termasuk manusia, ” ungkapnya.
Niken Ketua PA SMKN Banyuwangi mengucapkan terimakasih atas pembinaan yang dilakukan oleh oleh Perhutani dan Cipayung Plus dari sini pihaknya menjadi paham tentang kepedulian kepada lingkungan hidup dengan menjaga dan melestarikan hutan.
“Awalnya kami sedang melakukan survey terkait kegiatan PA Esemkasapala tapi kemudian mendapat materi tentang pentingnya lingkungan hidup bagi kehidupan kita sehari hari, ” kata Niken.
“Materi yang diberikan berfokus pada pendidikan praktis dan pembentukan karakter, melalui kegiatan seperti "Leave No Trace", penanaman pohon, daur ulang, restorasi ekosistem, serta pemahaman etika alam seperti tidak merusak alam dan menjaga budaya lokal, agar kita tumbuh menjadi generasi yang sadar, inovatif, dan aktif menjaga kelestarian alam untuk kesejahteraan bersama, ” ujarnya.@Red.

Salsa