Lawu Ds (16/01/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu Ds mendukung pelaksanaan tradisi adat Larung Sesaji atau Labuhan Sarangan yang digelar masyarakat Sarangan di kawasan wisata Telaga Sarangan, petak 77 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sarangan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Selatan, wilayah administratif Desa Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Jumat (16/01/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Magetan, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Magetan, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Plaosan, Perhutani KPH Lawu Ds, Lurah Sarangan, tokoh adat dan agama, pelaku usaha wisata, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), serta masyarakat Sarangan dan wisatawan.
Administratur Perhutani KPH Lawu Ds Adi Nugroho menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi berbagai pihak dalam pelaksanaan tradisi budaya tersebut. Menurutnya, dukungan terhadap Labuhan Sarangan sejalan dengan pengelolaan situs budaya dan kearifan lokal yang berada di dalam dan sekitar kawasan hutan Perhutani.
“Tradisi Larung Sesaji adalah bagian dari identitas budaya dan spiritual masyarakat serta menjadi warisan penting bagi generasi mendatang. Kami berharap kearifan lokal dan sumber daya hutan dapat terus terjaga kelestariannya, ” ujarnya.
Sementara itu Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti menegaskan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan seiring penetapan Labuhan Sarangan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Ia menyampaikan bahwa ritual tersebut tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga sarat makna sebagai wujud syukur atas rezeki, keselamatan, dan keberkahan sekaligus penghormatan terhadap alam, khususnya Telaga Sarangan.
Pemerintah Kabupaten Magetan berkomitmen menjadikan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah. “Momentum Labuhan Sarangan diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta memberi ruang bagi pelaku seni dan budaya lokal, ” jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mencintai budaya lokal sebagai kekuatan dalam membangun Kabupaten Magetan yang berkarakter dan berkelanjutan.@Red.

Salsa