Polda Jatim Bongkar 2 Kasus Narkoba, Total 33,374 Kg Sabu Disita Satu Kurir Ditangkap

    Polda Jatim Bongkar 2 Kasus Narkoba, Total 33,374 Kg Sabu Disita Satu Kurir Ditangkap

    SURABAYA – Polda Jawa Timur kembali mengungkap peredaran gelap narkotika jenis sabu dalam dua kasus berbeda pada Februari 2026. 

    Dari dua pengungkapan tersebut, Polisi menyita total hampir 33 kilogram sabu. 

    Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pengungkapan pertama dilakukan di Jalan Keluar Rest Area KM 726B Tol Surabaya–Mojokerto, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik.

    Dalam penangkapan itu, Polisi menyita 10 bungkus kemasan teh China warna hijau berisi sabu dengan berat kurang lebih 10 kilogram, satu unit handphone, serta satu kardus tempat penyimpanan barang haram tersebut.

    “Petugas mengamankan seorang tersangka berinisial RG (25), warga Bandung, yang berperan sebagai kurir atas perintah seseorang berinisial MM yang saat ini berstatus DPO, ” ujar Kombes Abast, Kamis (19/2/26).

    Kabid Humas Polda Jatim menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan, RG sebelumnya membawa total 22 kilogram sabu dari Dumai, Riau, menuju Pulau Jawa melalui jalur darat dan laut. 

    Sebagian barang telah diranjau di beberapa titik, yakni 10 kilogram di Rest Area Tol Cipularang, Purwakarta, serta 2 kilogram di wilayah Pasuruan.

    “Motif tersangka adalah ekonomi. Ia dijanjikan upah sebesar Rp 120 juta apabila berhasil meloloskan sabu tersebut, ”ungkap Kombes Abast.

    Sementara itu kasus kedua diungkap di area pergudangan Surabaya Utara, Kota Surabaya. 

    Dalam kasus ini, petugas mengamankan barang bukti 22 bungkus sabu bertuliskan GUANYINWANG dengan berat kotor 23, 374 kilogram yang dikemas dalam tas ransel dan tas duffle bag.

    Saat hendak diamankan, terduga pelaku melarikan diri dengan naik ke lantai atas bangunan pergudangan dan melompat ke gedung sebelah. 

    Hingga kini, pelaku masih dalam pengejaran dan telah ditetapkan sebagai DPO.

    “Barang bukti berhasil kami amankan, sedangkan pelaku masih dalam proses pencarian. Kami terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan yang terlibat, ” jelas Kombes Abast.

    Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 114 Ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana telah disesuaikan dalam UU Nomor 1 Tahun 2026, atau Pasal 609 Ayat (2) huruf a KUHP. 

    "Ancaman hukumannya berupa pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun serta denda hingga Rp 2 miliar, "kata Kombes Abast.

    Ia menegaskan, pengungkapan ini merupakan komitmen Polda Jatim dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Jawa Timur.

    “Kami tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkotika di Jawa Timur. Penindakan akan terus kami lakukan secara tegas dan terukur, ” pungkas Kombes Abast. (*)

    surabaya
    Achmad Sarjono

    Achmad Sarjono

    Artikel Sebelumnya

    Polda Jatim Ungkap Dua Kasus TPPU, Aset...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Makan Bergizi Gratis Dongkrak Semangat Belajar dan Kesehatan Siswa
    Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Anggaran Pendidikan Meningkat, Tidak Berkurang dengan Adanya Makan Bergizi Gratis
    Riset Kemendikdasmen dan LabSosio UI Terhadap Dampak Program MBG: Dongkrak Semangat Belajar
    Koramil 1714-01/Ilu Kawal Aksi Demo Damai Masyarakat Distrik Ilu (20 Kampung) di Kabupaten Puncak Jaya
    TNI AD Percepat Pembangunan Jembatan Gantung di Lima Puluh Kota, Akses Warga Segera Pulih

    Ikuti Kami