Talkshow Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Sebagai Tangga Menuju Indonesia Emas 2045

    Talkshow Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Sebagai Tangga Menuju Indonesia Emas 2045

    Sulsel - Deputi Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto S.Si, M.Eng dan Ketua Koalisi Kependudukan Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Prof.Dr.Tahir Kasnawi, SU hadir sebagai narasumber pada Talkshow Paraikatte di TVRI Sulawesi Selatan dengan tema Peta Jalan Pembangunan Kependudukan sebagai tangga menuju Indonesia Emas 2045 yg dilaksanakan pada hari selasa, 16 Desember 2025.

    Dalam kesempatan ini Bonivasius menyampaikan PJPK merupakan kerangka pembangunan kependudukan jangka panjang yang bertujuan mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan berkualitas. Ini bukan program sektoral semata, tetapi fondasi bagi keberlanjutan pembangunan nasional. Dalam PJPK, penduduk tidak hanya menjadi sasaran, tetapi juga pelaku pembangunan. Karena itu, pengendalian kuantitas harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas manusia Indonesia.

    Senada dengan hal tersebut Tahir Kasnawi memberikan gambaran seperti apa Sulawesi Selatan dalam menghadapi dan memanfaatkan bonus demografi yang seperti dua mata pisau, apabila usia produktif yang tersedia tetapi tidak berkualitas hal ini dapat membawa dampak yang negatif. Untuk itu peningkaatan kualitas manusia/SDM merupakan hal penting dalam memanfaatkan bonus demografi.

    PJPK menjadi instrumen kunci untuk memastikan bonus demografi benar-benar menjadi dividen demografi, bukan beban. Tanpa pengendalian kelahiran dan kesiapan kualitas SDM, peluang ini dapat terlewat.@Red. 

    Salsa

    Salsa

    Artikel Sebelumnya

    Perhutani Bondowoso Masuki Grand Final Perhutani...

    Artikel Berikutnya

    Kemendukbangga/BKKBN Sulsel Hadiri Rapat...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Arus Balik Naik 18 Persen, Kapolda Jatim Tegaskan Personel Tetap Siaga
    Pantau Arus Balik dari Udara, Kapolda Jatim : “Alhamdulillah Berjalan Lancar”
    Kapolda Jatim Imbau Pemudik ke Bali Manfaatkan Buffer Zone Saat Antre Penyeberangan
    Dr. Naf'an: Hukum Tak Bisa Dipesan!
    Advokat Terjepit Etika, Dr. Muhd Naf’an: Kritik Tajam Penegakan Hukum yang Sarat Kepentingan

    Ikuti Kami