Bondowoso - Perhutani (26/12/2025) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso menyelenggarakan kegiatan Ngopi Bareng Bersama Awak Media sebagai agenda strategis komunikasi publik pada penghujung Tahun 2025. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin malam, 29 Desember 2025 tersebut mengusung tema “Sinergi Perhutani–Media sebagai Instrumen Transparansi dan Akuntabilitas Informasi Publik”, bertempat di wilayah kerja KPH Bondowoso.
Pelaksanaan kegiatan ini didasarkan pada kebutuhan institusional Perum Perhutani dalam memperkuat tata kelola komunikasi publik yang berorientasi pada prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipasi, serta keterbukaan informasi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Media massa diposisikan sebagai salah satu aktor kunci dalam ekosistem demokrasi yang berfungsi sebagai kanal diseminasi informasi, sarana edukasi publik, serta instrumen pengawasan sosial terhadap kinerja lembaga publik.
Dalam kegiatan tersebut, Perhutani KPH Bondowoso menghimpun tidak kurang dari 30 insan media yang beroperasi di wilayah Tapal Kuda, meliputi media cetak, media daring (online), serta media televisi. Keberagaman platform media yang hadir mencerminkan pendekatan inklusif Perhutani dalam membangun kemitraan komunikasi lintas sektor, guna memastikan informasi kehutanan dapat tersampaikan secara luas, objektif, dan berimbang kepada masyarakat.
Administratur Perum Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, dalam pemaparannya menegaskan bahwa sinergi antara Perhutani dan media merupakan elemen fundamental dalam mewujudkan tata kelola kehutanan yang berlandaskan prinsip good governance. Ia menjelaskan bahwa transparansi informasi publik tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban administratif, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk membangun legitimasi sosial dan kepercayaan publik terhadap pengelolaan sumber daya hutan negara.
“Perhutani memandang media sebagai mitra strategis dalam penyebarluasan informasi yang faktual, akurat, dan edukatif. Melalui komunikasi yang terbuka dan berkesinambungan, kami berupaya meningkatkan akuntabilitas kelembagaan serta mendorong partisipasi publik dalam mendukung pengelolaan hutan yang lestari dan berkelanjutan, ” ujar Misbakhul Munir.
Sebagai bentuk pengakuan institusional atas kontribusi media dalam mendukung diseminasi informasi dan pembangunan opini publik yang konstruktif, Perhutani KPH Bondowoso memberikan piagam penghargaan kepada 20 media yang dinilai aktif, konsisten, dan profesional dalam pemberitaan sepanjang Tahun 2025. Pemberian penghargaan ini tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga dimaksudkan sebagai mekanisme penguatan hubungan kemitraan berbasis kinerja dan etika jurnalistik.
Sementara itu, Suwaris, perwakilan dari media cetak Harian Pagi Memo X, menyampaikan bahwa forum dialog informal ini memiliki nilai strategis dalam memperluas pemahaman insan pers terhadap kompleksitas pengelolaan kehutanan. Menurutnya, akses langsung terhadap informasi dan klarifikasi dari pemangku kebijakan memungkinkan media menyajikan pemberitaan yang lebih komprehensif, kontekstual, dan berbasis data empiris.
“Kegiatan seperti ini sangat relevan untuk membangun komunikasi dua arah antara institusi publik dan media, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga edukatif dan berorientasi pada kepentingan publik, ” ungkap Suwaris.
Pandangan senada disampaikan oleh Adit M. Mansur dari media online Sibernews. Ia menilai bahwa keterbukaan informasi yang dikembangkan oleh Perhutani KPH Bondowoso merupakan praktik baik (best practice) dalam implementasi keterbukaan informasi publik. Menurutnya, transparansi yang sistematis dan terstruktur akan meningkatkan kualitas pemberitaan serta mencegah terjadinya distorsi informasi di ruang publik.
Lebih lanjut, kegiatan Ngopi Bareng Bersama Awak Media ini juga berfungsi sebagai sarana refleksi dan evaluasi bersama terhadap praktik komunikasi publik yang telah berjalan selama Tahun 2025. Melalui dialog yang konstruktif, Perhutani dan media dapat mengidentifikasi tantangan, peluang, serta strategi penguatan komunikasi ke depan, khususnya dalam konteks pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Perum Perhutani KPH Bondowoso berharap dapat terus meningkatkan kualitas hubungan kelembagaan dengan media massa sebagai mitra strategis, sekaligus memperkokoh implementasi prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik dalam setiap aspek pengelolaan kehutanan di wilayah kerjanya.@Red.

Salsa