Banyuwangi Barat - Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat mengadakan patroli persuasif dengan simpatik yang humanis yang dilakukan oleh Asisten Perhutani (Asper) Glenmore, Mantri hutan (KRPH) Wonoasih dan Polhutter BKPH Glenmore bersama Kelompok Tani Sadap (KTS) Darungan dengan melakukan komunikasi sosial (Komsos) kepada masyarakat disekitar hutan di Tempat Penimbunan Getah (TPG) Durenan Petak 30e-2 RPH Wonoasih BKPH Glenmore, pada Sabtu (27/12/2025).
Kepala Perhutani (Administratur) KPH Banyuwangi Barat melalui Asper Glenmore, Risky Arief Kurniawan mengatakan bahwa patroli yang dilakukan oleh pihaknya dalam rangka pengamanan hutan dari gangguan keamanan hutan (gukamhut) diwilayah kerjanya dan juga melakukan komsos kepada masyarakat disekitar hutan.
"Dalam kesempatan itu kami juga mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan hutan lestari yang dilakukan Perhutani berfungsi utama sebagai lingkungan atau ekologi (planet) dengan melibatkan masyarakat atau sosial (people) dan pada akhirnya akan memberikan keuntungan (profit) sebesar besarnya bagi masyarakat dan perusahaan, " terang Riski.
"Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan hutan tersebut mulai dari kegiatan persemaian, tanaman, pemeliharaan sampai dengan produksi kayu maupun getah, " ujarnya.
"Bahkan masyarakat disekitar hutan masih diperbolehkan melakukan pemanfaatan lahan dibawah tegakan (PLDT) misalnya untuk tanaman agroforestry dengan mekanisme kerjasama yang saling menguntungkan, " pungkasnya.
KRPH Wonoasih, Asmai juga menjelaskan dalam kesempatan tersebut menyampaikan dengan target kerja 2026 mulai dari kegiatan persemaian, tanaman, tebangan dan getah pinus yang telah disahkan Perusahaan melalui Nomor Pekerjaan (Nopek) dan Surat Perintah Kerja tahun 2026.
"Selaku Kepala Resort Polisi Hutan (KRPH) saya juga berpesan kepada masyarakat disekitar hutan untuk lebih mencintai hutan, karena hutan yang terjaga akan memberikan kelestarian yang akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, " ungkap Asmai.
Kordinator TPG Durenan - Ontobugo, David mengatakan bahwa pihaknya memberikan apresiasi kepada Perhutani terutama Asper Glenmore dan Mantri Wonoasih yang selama ini aktif melakukan komunikasi dengan masyarakat.
"Kami siap mengawal pengelolaan hutan yang dilakukan oleh Perhutani karena selama ini masyarakat disekitar hutan selalu dilibatkan dan mereka menggantungkan perekonomian sebagai pegawai persemaian, petani hutan (pesanggem), tenaga sadapan pinus (penyadap), tenaga tebangan dan kami masih boleh kelola lahan di PLDT untuk empon empon dan lain sebagainya, " tegas David.
"Kami juga siap mengamankan hutan karena hutan tidak saja berfungsi sebagai lingkungan semata tapi itu adalah juga sebagai ladang penghidupan kami, " ujarnya.@Red.

Salsa