Banyuwangi Barat – Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat mengapresiasi atas kinerja para tenaga tebangan RPH Suko yang telah berhasil melaksanakan tugas penyelesaian pekerjaan tahun 2025 dengan memberikan paket sembako (Sembilan bahan pokok) dirumah Kelompok Tebangan di Dusun Tlemung, Desa Tlemung, Kecamatan Kalipuro – Banyuwangi, pada Jum’at (02/01/2026).
Pekerja tebangan Perhutani adalah masyarakat sekitar hutan yang direkrut untuk membantu kegiatan penebangan kayu di wilayah hutan negara yang dikelola Perhutani, berperan penting dalam produksi kayu dan mendukung ekonomi lokal, serta dilatih agar bekerja sesuai prosedur pengelolaan hutan lestari.
Kepala Perhutani (Administratur) KPH Banyuwangi Barat, KSS Kemitraan Produktif, Suwadi.SH., mengatakan pembagian sembako kepada para tenaga tebang RPH Suko ini sebagai bentuk kepedulian Perhutani kepada masyarakat yang telah berkontribusi kepada pengelolaan hutan terutama dibidang produksi kayu yang merupakan masyarakat disekitar hutan.
“Semoga bantuan sembako ini bermanfaat bagi para tenaga tebangan dan dapat memberikan semangat untuk lebih meningkatkan kinerjanya pada kegiatan produksi kayu melalui kegiatan tebangan pada tahun depan, ” ujar Suwadi.
Ketua kelompok tenaga tebangan RPH Suko, Pak Peri mengucapkan terimakasih kepada Perhutani Banyuwangi Barat yang telah memberikan bantuan berupa sembako kepada kelompoknya.
“Kami sangat terbantu dengan kegiatan yang ada di Perhutani dan kami sangat menggantungkan perekonomian kami dari hutan yang dikelola Perhutani, tidak hanya hanya sebagai tenaga tebang tapi juga sebagai pesanggem (petani hutan) dengan menanam tumpangsari bahkan sebagian besar anggota kami juga mendapatkan penghasilan dari kegiatan sadapan pinus dan damar, ” ungkap Pak Peri.
Secara terpisah Administratur KPH Banyuwangi Barat, Muklisin juga menyampaikan bahwa para tenaga tebang mempunyai peranan yang penting bagi kegiatan pengelolaan hutan Perhutani dibidang produksi kayu.
“Mengapa mereka penting, karena Keterlibatan Masyarakat sehingga dapat membangun hubungan baik antara Perhutani dan masyarakat, serta mendukung sistem sosial budaya perhutanan, Efisiensi Produksi: Memenuhi kebutuhan tenaga kerja untuk operasional harian, ” jelas Muklisin.
“Jadi tenaga tebangan adalah bagian integral dari operasional Perhutani di lapangan, yang menghubungkan pengelolaan hutan negara dengan kesejahteraan masyarakat setempat, ” pungkasnya.@Red.

Salsa