Banyuwangi Barat – Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat mengawali tahun 2026 ini dengan kepedulian nyata kepada masyarakat disekitar hutan dengan memberikan ratusan paket sembilan bahan pokok (Sembako) kepada warga magersaren yang berada di Petak 43 RPH Suko BKPH Licin, pada Kamis (01/01/2026).
Magersaren adalah sebutan untuk kelompok masyarakat atau keluarga yang tinggal di dalam kawasan hutan Negara yang hidupnya bergantung pada pengelolaan hutan Perhutani sebagai petani hutani (pesanggem) atau sebagai penyadap getah pinus dan damar, seringkali membangun rumah dengan sederhana yang berfungsi sebagai hunian sekaligus tempat ternak. Istilah ini juga merujuk masyarakat yang tinggal di kawasan hutan dan seringkali memiliki hubungan erat dengan Perhutani.
Kepala Perhutani (Administratur) KPH Banyuwangi Barat, Muklisin menyampaikan bahwa pemberian sembako kepada masyarakat magersaren ini merupakan wujud kepedulian Perhutani KPH Banyuwangi Barat kepada masyarakat disekitar hutan yang juga telah memberikan kontribusi kepada pengelolaan hutan Perhutani baik sebagai penyadap, pesanggem maupun sebagai tenaga tebang.
“Semoga ini bermanfaat bagi masyarakat terutama yang berada disekitar hutan, ini juga bukti bahwa dalam pengelolaan hutan yang dilakukan Perhutani tidak hanya berfungsi semata untuk lingkungan atau ekologi (planet) tapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat atau bersifat sosial (people), ” jelas Muklisin.
“Hal ini selaras dengan Implementasi AKHLAK Perhutani Group yaitu Harmonis dengan suka menolong orang lain, menghargai setiap orang apapun latar belakangnya dan peduli terhadap lingkungan, ” ujarnya.
Pak Suwarah mewakili warga magersaren mengucapkan terima kasih kepada Perhutani yang telah memberikan paket sembako kepadanya, ditengah mahalnya bahan pokok saat ini Perhutani masih peduli kepada masyarakat magersaren.
“Mata pencaharian kami sehari hari adalah menggantungkan hidup pada hutan yang dikelola Perhutani, kegiatan kami mulai pagi ambil pakan ternak dan mencari kayu bakar dilanjutkan dengan merawat tanaman tumpangsari dan sorenya melakukan sadapan getah pinus ataupun damar, itu semua kami lakukan dalam kawasan hutan, ” ungkap pak Suwarah.
“Kami doakan agar Perhutani semakin jaya dengan pengelolaan hutan yang terbaik sehingga terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak lupa semoga pegawai Perhutani dimanapun berada selalu mendapatkan barokah dan kesehatan dari Allah SWT, ” pungkasnya.@Red.

Salsa