Pacitan - Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur (Divre Jatim) menerima penghargaan atas komitmen dalam menjaga kelestarian kawasan hutan melalui pengelolaan hutan lestari, perlindungan tutupan hutan, serta penguatan fungsi ekologis hutan mangrove di Jawa Timur dari Pemerintah Provinsi Jatim pada acara Festival Mangrove ke-9 yang digelar di kawasan Watumejo Mangrove Park, Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, Senin (22/12/2025).
Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada Wakil Kepala Perhutani Divre Jatim Suratno yang mewakili Kepala Perhutani Divre Jatim. Selain Perhutani, penghargaan juga diberikan kepada Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji.
Wakil Kepala Perhutani Divre Jatim Suratno disela-sela usai menerima penghargaan tersebut menyampaikan, bahwa penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur merupakan bentuk apresiasi atas komitmen Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan dan ekosistem pesisir.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga tutupan hutan dan lahan serta mengelola ekosistem mangrove secara berkelanjutan melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat, ” ujar Suratno.
Ia menambahkan, ekosistem mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir serta melindungi kawasan dari abrasi dan dampak perubahan iklim.
“Perhutani berkomitmen untuk terus mendukung rehabilitasi mangrove dan pelestarian lingkungan pesisir sebagai bagian dari pengelolaan hutan lestari yang memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat, ” pungkasnya
Festival Mangrove ke-9 Jawa Timur ini ditandai dengan aksi penanaman bibit mangrove oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama musisi Kaka Slank, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jatim Jumadi, Wakil Kepala Perhutani Divre Jatim Suratno dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pacitan serta berbagai elemen masyarakat.
Rangkaian acara Festival Mangrove ke-9 diawali dengan touring vespa mengelilingi Kota Pacitan, dilanjutkan dengan pelepasliaran burung secara simbolis, dan dilanjutkan dengan penanaman bibit mangrove sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan pesisir.@Red.

Salsa