Bondowoso (15/01/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso melakukan pengecekan kesiapan sarana dan prasarana produksi, baik produksi kayu (tebangan) maupun produksi non kayu berupa getah pinus. Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam rangka memastikan pencapaian target produksi yang telah ditetapkan pada tahun 2026.
Kegiatan pengecekan tersebut dipimpin langsung oleh Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, yang didampingi Wakil Administratur Bondowoso Selatan Anton Sujarwo serta Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata Sugianto. Peninjauan dilakukan di petak 76B wilayah kerja Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pakisan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosari.
Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, menyampaikan bahwa kesiapan sarana dan prasarana produksi merupakan variabel kunci dalam sistem pengelolaan produksi kehutanan.
“Kegiatan pengecekan ini dilakukan sebagai bentuk evaluasi awal terhadap tingkat kesiapan infrastruktur dan peralatan kerja, guna menjamin efektivitas, efisiensi, serta keselamatan kerja dalam proses produksi kayu dan non kayu. Selain itu, langkah ini bertujuan untuk meminimalkan potensi risiko operasional serta memastikan bahwa seluruh aktivitas produksi dilaksanakan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan prinsip kelestarian hutan, ” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa optimalisasi produksi harus selaras dengan prinsip pengelolaan hutan lestari.
“Pencapaian target produksi tidak hanya diukur dari aspek kuantitas, tetapi juga kualitas proses, termasuk kepatuhan terhadap aspek ekologis, sosial, dan ekonomi. Dengan sinergi yang baik antara jajaran Perhutani dan masyarakat sekitar hutan, khususnya petani sadap, diharapkan tercipta sistem produksi yang berkelanjutan dan berorientasi pada keberlanjutan sumber daya hutan, ” tambahnya
Sementara itu, salah satu petani sadap getah pinus, Rojali, menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan dukungan Perhutani terhadap kegiatan produksi di lapangan. Ia berharap dengan adanya pengecekan sarana dan prasarana ini, kegiatan penyadapan getah pinus dapat berjalan lebih lancar.
“Kami merasa terbantu dengan perhatian dari Perhutani. Semoga ke depan hasil getah pinus semakin meningkat dan membawa manfaat bagi petani serta perusahaan, ” ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik dalam pelaksanaan produksi tahun 2026, sekaligus memperkuat komitmen Perhutani KPH Bondowoso dalam mengelola hutan secara profesional, produktif, dan berkelanjutan.@Red.

Salsa